Kalau Bukan Bagian Dari Solusi Berarti Bagian Dari Sampah

Arsitektur Tradisional Tamiang

1. Bangunan/Rumah Tempat Tinggal


a. Raja (Istana)

(i). Tipologi, Tata Letak


Satu diantara tiga istana yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, yaitu Istana Seruway merupakan istana yang masih memegang kaidah arsitektur tradisional Tamiang. Hal ini tampak dari bentuknya berupa rumah panggung dan sebagian besar material yang digunakan berasaldari kayu. Sedangkan dua istana lainnya, yaitu Istana Banua raja danIstana Karang termasuk dalam kategori bangunan Indis, ada pengaruh dari budaya luar yang masuk ke Tamiang. Ketiga istana ini juga mempunyai tata letak yang menghadap ke arah sungai (sungai Tamiang). Salah satu istana yang dekat dengan sungai (Sungai Tamiang) adalah istana Seruway.
b. Masyarakat (Rumah Tempat Tinggal)

(i). Nama

Rumah tradisional Tamiang diberi nama sesuai dengan jumlah tiang yang menjadi penopang rumah, yaitu rumah tiang enam, tiang Sembilan,dan rumah tiang dua belas. Diantara ketiga jenis rumah tersebut, rumah tiang dua belas termasuk rumah yang cukup besar.


(ii). Tipologi dan Tata Letak

Rumah tradisional Tamiang berbentuk rumah panggung dengan kolong di bawahnya yang mana mempunyai ketinggian tiang penyangga lantai setinggi 2-3 Meter. Hal ini terjadi karena pada masa lalu perkampungan masyarakat Tamiang berada di pinggir hutan dan dekat dengan sungai atau pantai, sehingga untuk menghindari binatang buas agar tidak masuk ke dalam rumah dan terhindar dari banjir, maka rumah tradisional dibangun tinggi-tinggi dari permukaan tanah. 

Rumah rumah berada di pinggir sungai, maka rumah harus menghadap kesungai karena adalah tabu bagi sub etnis Tamiang kalau bubungan (atap)rumahnya melintang sungai, dan dapat juga diusahakan menghadap ke Barat, sehingga bentuk perkampungan pada masyarakat Tamiang tampak seperti pada gambar di bawah ini  Rumah panggung, bertiang empat persegi, banyaknya tiang rumah induk 6, 9 atau 12, berbubungan panjang agak melengkung sedikitditengah, bubungan dapur terpisah dan agak rendah sedikit. dari bubungan rumah induk  tinggi rumah induk sekerunjong  (sepenjangkauan orang dewasa) atau bertangga tujuh anak tangga (tengkah). Manju (serambi muka) dan dapur tingginya sama, tetapi lebih rendah kira kira 30 cm dari rumah induk.


(iii). Struktur Bangunan

a. Bentuk Atap

Atap rumah Tamiang dibuat dari beberapa bahan yaitu ada yangterbuat dari daun nipah, seng, dan ada yang terbuat dari genteng.Sedangkan bentuk-bentuk atap pada rumah tradisional Tamiang dapatdikelompokkan kedalam beberapa kelompok, yaitu:

-         -  Bubungan/Rabung Panjang/satu

                Bentuk atap ini cukup sederhana karena itu banyak dipakai untukrumah di Tamiang. Bidang atap terdiri dari dua sisi yang bertemu padasatu garis pertemuan yang disebut bubungan . Bangunan dengan rabungpanjang biasanya terdiri dari 6 tiang, 8 tiang, atau 9 tiang. Atap terdapatpada dua belah sisi dengan satu bubungan/rabung . Dalam perkembangannya, bentuk rabung ini dapat dibuat dengan beberapavariasi 


-         -  Bubungan/Rabung Lima

                Atap ini tersusun dari empat bidang atap, dua bidang bertemu padasatu garis bubungan/rabung dan dua bidang bertemu pada garisbubungan atas atau pada nook. Jika dilihat terdapat dua bidangtrapezium dan dua bidang berbentuk segitiga.

-          - Bubungan/Rabung Kombinasi (Pecah)

Bubungan kombinasi merupakan atap terdiri dari lebih satu bentukatap, misalnya rabung lima dengan rabung panjang, rabung lima denganrabung piramid. Variasi atap ini dibuat karena bangunan itu lebih rumitdari bangunan dengan model atap panjang. Selain terdapat atap induk,terdapat atap tambahan yang biasanya atap ini dipergunakan untukteras/serambi atau dapur.

-         -  Bubungan Piramid

 Jenis atap ini hampir mirip dengan jenis atap rabung lima.Perbedaannya terletak pada sisi tiga hingga batas puncaknya. Pada bagian puncak sisi-sisinya bertemu dan menyatu pada satu titik. Bentukatap ini terdiri dari empat bidang yang sama bentuknya atau lebih.
Bentuk rabung piramid dapat kita temui pada bagian depan darisalah satu ruang di Istana Seruway. Pada bagian depan ini merupakanruang tamu, sedangkan pada bagian sisi kiri/kanan dan belakangmenggunakan rabung lima yang merupakan kamar.


b. Tangga


 Tangga adalah sarana bantu yang menghubungkan dengan lantai diatasnya.  Agar  tangga mudah dan nyaman dilalui oleh pengguna, pembuatan tangga perlu didasarkan pada beberapa pertimbangan sehingga tangga menjadi aman dan nyaman bagi penggunanya. Pijakan anak tangga perlu diperhitungkan agar bisa memberi kenyamanan bagi penggunanya. Biasanya tinggi anak tangga yang paling nyaman antara15cm – 18cm, bila anak tangga terlalu tinggi maka kaki akan terasa berat bila menaikinya. Lebarnya anak tangga harus melebihi lebar telapak kaki orang dewasa, hal ini diperlukan supaya tangga aman di gunakan untuk naik dan turun. Lebar minimal untuk anak tangga adalah 22cm jika lebar anak tangga 22cm dapat membuat orang jatuh terpeleset atau tersandung dan ini sangat membahayakan penggunanya.
Pada rumah tempat tinggal di masyarakat Tamiang yang dimaksud dengan tangga adalah sarana yang dipergunakan naik dari tanah menuju rumah (bukan dari lantai 1 ke lantai 2) karena rumah Tamiang berbentuk rumah panggung, maka diperlukan tangga untuk mencapai atas. Pada umumnya tangga di sana dibuat dari bahan kayu dan sedikit sekali yang dibuat dari cor/susunan batu bata.
Selain itu, pada umumnya tangga naik ke rumah mengarah ke jalan umum, tetapi ada juga yang tidak mengarah ke jalan, yaitu khususnya rumah yang berteras. Kiri dan kanan tangga diberi tangan tangga. Tiang dan kepala tangga diberi hiasan. Anak tangga kebanyakan ganjil sebab menurut kepercayaan, bilangan genap kurang baik artinya. Tangga depan selalu berada di bawah atap dan terletak pada pintu serambi muka atau selang muka. Tangga penghubung setiap ruangan terdiri dari satu atau tiga buah anak tangga. Curam tangga sekitar 60 derajat, Jarang tegaklurus. Tiang tangga berbentuk segi empat atau bulat.Pada kiri kanan tangga ada kalanya diberi tangan tangga yang dipasang sejajar dengan tiang tangga, dan selalu diberi tiang hiasan berupa kisi-kisi larik atau papan tembus. Menurut seorang informan, Madlan, mengatakan bahwa jumlahanak tangga di rumah tradisional biasanya menurut bilangan ganjil,misalnya 3, 5, 7, dan seterusnya. Bahkan menurutnya, jumlah anaktangga ini menunjukkan simbol status sosial dari siempunya, semakinbanyak anak tangga, maka makin tinggi status sosialnya.

(iv). Tata Ruang


Pada bagian sebelumnya disebutkan bahwa rumah tidak sekedar sebuah bentuk bangunan tanpa makna, tetapi ia telah menjadi wujud daribudaya suatu suku bangsa. Sebuah rumah sekaligus menjadi tempatterjadinya interaksi dan sosialisasi anggota keluarga terhadap budayamasyarakatnya. Menurut Waterson ruangan itu sebagai wujud dariaturan penataan ruang rumah yang biasanya mengacu pada budaya aslimasyarakat bersangkutan (Refisrul, 2010: 37). Secara umum tata ruangdiartikan sebagai pengadaan ruangan-ruangan di dalam suatu bangunanoleh masyarakat, sedangkan tata ruang diartikan sebagai cara mengaturruangan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995: 858). 

Dengan demikian,tata ruang rumah berhubungan dengan pola penataan, pemanfaatan(fungsi), dan makna setiap ruangan suatu bangunan oleh penghuninya.Konsep tata ruang itu sendiri mengandung pengertian konsep penataanruang oleh suatu masyarakat tentang bangunan tempat tinggalnyakhususnya bentuk atau penataan ruang yang baik dengan segalaaspeknya seperti fungsi dan nilai budaya yang dikandungnya.


a. Istana
Sebagai sebuah tempat tinggal raja, istana mempunyai tata ruang yang khas bila dibandingkan dengan rumah biasa yang dihuni olehmasyarakat. Kekhasan istana ini biasanya ditandai oleh jumlah ruang yang lebih banyak, tiang ruangan sudah fungsional dan diberi sekatberupa tembok dari batu bata/kayu. Susunan ruang biasanya terbagimenjadi tiga, yaitu ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang.Ruang depan terdapat kamar untuk menerima tamu dan kamar tempatraja beristirahat, kamar tengah terdapat kamar tidur untuk anak-anakdan ruang makan, sedangkan ruang belakang biasanya terdapat dapur.Selain itu, di dalam kompleks istana biasanya ada bangunan lain yangberfungsi sebagai tempat tinggal pembantu raja, tempat musyawarah, danbangunan untuk para penjaga istana.


b. Rumah Tinggal Masyarakat
Biasanya penataan ruang sebuah rumah (tradisional) berlandaskanpada konsep asli masyarakat tersebut tentang tempat tinggal yang baikdan budaya yang dianutnya sehari-hari. Seperti tampak pada gambar tataruang rumah tradisional Tamiang, rumah tradisional Tamiang dibagidalam beberapa bagian, yaitu kamar untuk tidur, ruang tamu, serambi/manju , dan dapur. Pengaturan tata ruang mengacu pada adat/budaya yang berlaku di daerah ini. Untuk itu, tata ruang rumah tradisional Tamiang ditata sedemikian rupa dimana kamar dara (anak perempuan) terletak di depan kamar ayah dan ibu. Sedangkan di samping atau sebelah kamar ayah dan ibu terletak kamar bujangan (anak laki-laki). Halini menunjukkan bahwa peranan orang tua dalam mengawasi anak-anaknya sangat menonjol. Bila orang tua tidak ada di rumah disediakan manju  untuk tempat tamu menunggu bagi laki-laki yang berada diserambi muka dan serambi belakang bagi tamu perempuan. Serambi muka dan serambi belakang ini tidak berdinding penuh. Biasanya hanya sebatas bahu orang dewasa.

2. Rumah Ibadah

Sebagian besar masyarakat Tamiang adalah pemeluk agama Islam.Dalam menjalankan ibadahnya, mereka membutuhkan tempat yangrepresentatif. Untuk itu rumah ibadah mereka adalah rumah ibadahislam, yaitu Surau/ Langgar atau Mesjid 
Tempat ibadah yang dipakai oleh umat muslim di Tamiang diberi nama surau/langgar dan mesjid. Adapun perbedaan di antara keduanya adalah pada ukuran dan cakupan dari jamaahnya. Kalau langgar/suraubiasanya ukurannya lebih kecil dan jamaahnya berasal dalam satu lingkungan/dusun, sedangkan mesjid biasanya mempunyai ukuran yang lebih luas dan jamaah lebih banyak/satu desa serta seringkali diadakan shalat Jumat. Surau/langgar dan masjid merupakan dua tempat ibadah Islam yang banyak terdapat di Tamiang. Ada beberapa langgar dan masjid yangdibuat dengan arsitektur tradisional, tetapi ada pula dibuat denganmempergunakan arsitektur yang berasal dari luar Tamiang.
Namun berdasarkan pengamatan, sebagian besar langgar dan masjid dibuat dengan aristektur tradisional.Seperti halnya tipologi bangunan lain, langgar dan masjid memiliki tipologi bentuk bujur sangkar atau persegi panjang. Ada bangunan pokok yang menjadi induk dan ada bangunan tambahan, misalnya serambi atau teras. Yang mempergunakan serambi ini biasanya bangunan yang lebih besar atau karena umatnya sudah berkembang lebih banyak sedangkan tempat itu tidak dapat menampung lagi.

3. Rumah Tempat Musyawarah

Sebuah keniscayaan bahwa hubungan di antara manusia tidak ada masalah. Namun setiap masalah pun harus dipecahkan agar kehidupan yang harmonis dapat tercapai. Bagi masyarakat Tamiang masalah dipecahkan secara bersama dengan prinsip musyawarah untuk mufakat. Tempat musyawarah biasanya tidak pada suatu tempat tertentu tetap imusyawarah ini dilaksanakan di dalam Mesjid, Langgar ataupun Surau. Jadi Mesjid sekaligus berfungsi sebagai tempat sembahyang, melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam dan tempat Musyawarah untuk mufakat. Akan tetapi, pada kehidupan kerajaan terdapat sebuah tempat dijadikan sebagai tempat musyawarah. Misalnya di Istana BanuaRaja terdapat tempat yang dijadikan sebagai tempat musyawarah, yang terletak di samping istana.

4. Rumah/Tempat Menyimpan

Masyarakat Tamiang  tidak mengenal rumah untuk menyimpansuatu, misalnya padi. Tempat untuk menyimpan padi hanyalah sebuahtempat berbentuk empat persegi atau lingkaran/silinder. Bahan yangdibuat untuk penyimpanan padi ini adalah kayu yang dijalin. Tempat ini biasanya disebut dengan kotak padi/lumbungpadi/Kepok. Mereka meletakkannya di depan/belakang rumah. Agar tidak terkena hujan biasanya di bagian atas dibuatkan atap. Saat ini tempat penyimpanan padi sudah jarang diketemukan. Mereka tidak lagimenyimpannya di lumbung, tetapi disimpan ke dalam karung-karung.

Cara Membangun Rumah dan Adat
1. Musyawarah


Pembangunan bangunan adat pada masyarakat Tamiang dilakukanmelalui dengan musyawarah diantara orang ”tua” kampung, orang”pintar”/alim, pemilik rumah/keluarganya, dan anggota masyarakatlainnya. Berbagai masalah dibicarakan pada musyawarah tersebut. Salahsatunya, masalah lokasi dan gotong royong untuk melaksanakanpembangunan. Hasil musyawarah ini dipakai untuk dasar pelaksanaan.Setelah itu, mereka melakukan kunjungan ke tempat yang memenuhisyarat-syarat yang telah ditetapkan. Sebelum dibangun lokasi tersebut Sebagai perbandingan, kita dapat melihatnya juga pada suku Melayu yang ada di Sumatera Utara.Tamiang adalah termasuk dalam kelompok suku Melayu. 

Akan tetapi, ada perbedaan dalam penyimpanansuatu khususnya padi. Rumah tempat menyimpan tidak ada pada suku Melayu. Yang ada hanyalah Lumbung padi dan lumbung inipun terdapat pada setiap rumah. Letaknya tepat berada di bawah kolong tempat tidur siempunya rumah.Sedangkan pintunya juga tidak berada di luar, tetapi pintu masuk ke dalam Lumbung iniadalah dari atas atau ruang tidur si empunya rumah. Hal ini berdasarkan anggapan orang dahulu bahwasannyaharta yang paling bernilai adalah padi, sebagai bahan makanan. Oleh karena itu padi ini harus dijaga dengansebaik-baiknya   juga harus sesuai dengan petunjuk orang ”pintar”/alim.

2. Mendirikan Bangunan (Nirike Rumah )


Upacara yang dilaksanakan dalam waktu sedang mendirikan bangunan adalah upacara tepung tawar tiang raja dan tiang putri (yang terletak di bagian tengah), yang dilakukan dengan bergotong royong Upacara ini bertujuan agar selama mendirikan rumah tidak terjadi kesulitan dan halangan, baik bagi para pekerjanya maupun bagi pihak  yang empunya hajat tersebut. Di samping itu upacara ini juga bertujuan agar rumah yang dibuat itu serasi dan dapat memberi ketenangan serta berkah bagi penghuninya. Tempat melaksanakan tepung-tawar tiang raja dan tiang putri iniadalah pada lokasi tapak rumah. Sewaktu mendirikan tiang raja dan tiangputri dilaksanakan pada pagi hari. Upacara ini diselenggarakan oleh yangempunya hajat dan dihadiri oleh para. tukang, jiran (tetangga), sanakkeluarga, orang-orang tua dan orang alim/orang “pintar”. Dalam upacara ini si pemilik rumah terlebih dahulu menyediakan setandan pisang emas,sebiji kelapa tumbuh, sebiji buah kundur dan ikatan ramuan dedaunan tepung tawar, air, dan tebu. Selain itu juga tidak lupa harus disediakan pula kain yang berwarna putih, merah, kuning, hitam.

Setelah bahan tersedia, maka upacara dapat dilaksanakan. Pertama, setiap ujung tiang rumah disalungkan ambul tiang , yang terdiridari tiga lapis kain, yaitu kain merah, kain putih, dan kain hitam. Kain merah berarti keberanian, dan kehidupan, kain putih berarti kebersihan,dan kain hitam berarti tenaga gaib. Dengan demikian keseluruhan kainitu berarti bahwa tiang-tiang sebagai penegak dan pendukung rumah telah diberkati dengan kekuatan gaib untuk kehidupan dan kebersihan dari penghuninya. Kedua, pada saat mulai mendirikan rumah ini, oleh orang-orang tua didahului dengan menepungtawari tiang raja dan tiangputri lalu dibacakan doa. Untuk mendapatkan berkah yang baik dalam mendirikan tiang raja dilaksanakan oleh si suami dan tiang putri oleh si istri. Kemudian, barulah didirikan tiang-tiang lainnya. Di puncak tiang diikatkan setandan pisang emas, sebiji kelapa tumbuh, sebiji buah kundur dan ikatan ramuan dedaunan tepung tawar, air, dan tebu. Benda ini tetap berada di atas sampai rumah itu selesai.

Pekerjaan mendirikan rumah ini pada hari pertama setelah selesai tepung, tawar dan makan bersama, sifatnya adalah bergotong royong.Seandainya ada di antara para peserta memiliki pekerjaan lainnya yanglebih penting maka dapat meninggalkan gotong royong ini setelah terlebih dahulu memberitahukan kepada pemilik rumah. Namun di antara para peserta masih tetap berada di tempat sampai sore membantu mendirikantiang dan merangkainya dengan kayu-kayu lainnya. Tentu saja pekerjaan membuat rumah belum selesai hanya dalam satu hari saja. Pada keesokan harinya pekerjaan mendirikan rumah itu diteruskan dan sifatnya tidak gotong royong lagi tetapi sudah diupahkan pada tukang pembuat rumah.

Perlu dijelaskan disini bahwa pengertian dari pada setandan pisang emas adalah bahagia, cukup dan tidak kekurangan. Sebiji kelapa tumbuh berarti pertumbuhan dan kehidupan yang sempurna. Sebiji buah kundur berarti sejahtera dan tentram bagi penghuninya. Ikatan tepung tawar berarti seruan atau doa atas kesempurnaan kehidupan di rumah tersebut.

3. Memasuki Rumah Baru (Naek Rumah Baru)


Sebelum pindah untuk mendiami rumah baru, maka pada suatumalam si pemilik rumah haruslah terlebih dahulu menghantarkan kerumah tersebut selabu air sejuk, garam, beras sekedarnya, dan sapu. Halini dilakukan rumah tersebut terasa sejuk bagi penghuninya. Demikian pula dengan keluarga yang mengunjungi rumah baru tersebut harus membawa selabu  air sejuk. keesokan harinya diadakanlah upacara menepung tawar rumah (Nyejok )/kenduri sekaligus menaiki rumah baru dan minta izin kepadatukang rumah agar “Rumah Siap, Talu Tidak Bersuara (Jangan sampai ada upat puji dikemudian hari)”.

Upacara ini bertujuan agar penghunirumah peroleh berkah dan ketenangan. Di samping itu merupakan pemberitahuan kepada keluarga di kampung tersebut bahwa sejak hari itu rumah tersebut telah didiami. Tempat melaksanakan upacara adalah di rumah baru tersebut. Waktu yang dipakai sebaiknya adalah di pagi hari, sewaktu matahari terbit sampai sebelum matahari tergelincir ke arah barat. Dengan demikian diartikan agar berkah dan rezeki naik. Upacara ini diselenggarakan oleh pemilik rumah. dan dihadiri oleh seluruh anggota keluarga terdekat, jiran, orang-orang terkemuka di kampung itu.Pemimpin upacara dapat ditunjuk orang tua yang biasa memimpin upacara ini ataupun Ustaz/alim.

Alat-alat yang perlu disediakan dalam upacara ini adalah beras secukupnya, setandan pisang emas, sebutir telur dan seperangkat perlengkapan tepung tawar. Upacara ini dimulai sejak pemilik rumah menjejakkan kakinya di tangga rumah sampai seluruh keluarga berada dalam ruangan rumah. Setelah acara upacara tepung tawar/doa, maka dilanjutkan dengan kenduri.
 

WARNA

                                                
Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.

Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).

Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.

1. Pengelompokan Warna

Warna Netral
Adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.

Warna kontras atau komplementer
Adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.

Warna panas 
Adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.

Warna dingin
Adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.


2. Pigmen

Pigmen atau zat warna adalah zat yang mengubah warna cahaya tampak sebagai akibat proses absorpsi selektif terhadap panjang gelombang pada kisaran tertentu. Pigmen tidak menghasilkan warna tertentu sehingga berbeda dari zat-zat pendar (luminescence). Molekul pigmen menyerap energi pada panjang gelombang tertentu sehingga memantulkan pajang gelombang tampak lainnya, sedangkan zat pendar memancarkan cahaya karena reaksi kimia tertentu.

Di dalam dunia percetakan, pigmen dibagi dalam tiga pigmen dasar yang mampu meniru pigmen-pigmen lain jika dicampurkan dengan proporsi tepat, yaitu pigmen cyan, magenta, dan kuning. Sebagai tambahan, untuk mendapatkan kedalaman warna ditambahkan pigmen hitam. Misalnya untuk mendapatkan sensasi warna merah, dicampurkan pigmen magenta dan kuning dengan proporsi tertentu.Pigmen alami banyak yang dihasilkan oleh organisme, dan banyak yang bernilai ekonomi. Pigmen yang dihasilkan oleh organisme dikelompokkan sebagai pigmen hayati.


3. Teori Brewster

Teori Brewster adalah teori yang menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna. Keempat kelompok warna tersebut, yaitu: warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.


A. Pembagian warna

-     Warna primer Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.

-     Warna sekunder Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

-      Warna tersier Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru.

-      Warna netral Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.

B. Hubungan antar warna

-      Kontras komplementer Adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.

-      Kontras split komplemen Adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan.

-      Kontras triad komplementer Adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga sama kaki dengan sudut 60°.

-      Kontras tetrad komplementer Disebut juga dengan double komplementer. Adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).


 

Akustik Arsitektur

Istilah-istilah pengertian dalam akustika

 Akustik adalah ilmu yg mempelajari tentang suara,bagaimana suara diproduksi/dihasilkan, perambatannya, dan dampaknya,serta mempelajari bagaimana suatu ruang / medium meresponi suara dan karakteristik dari suara itu sendiri. Contoh sebuah kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan akustik :

1. Suara manusia
2. Suara pesawat terbang
3. Suara sirine ambulans
4. Suara alat music

 Ilmu akustik erat kaitannya dengan suara.Apa yg dimaksud dengan suara? Suara adalah sebuah fenomena turut bergetarnya medium akibat getaran yg terjadi. Di dalam karakteristik sebuah suara terdapat :

A. Frekuensi

 Definisi dari frekuensi adalah banyaknya getaran dalam tiap detik. Untuk menghormati Heinrich Rudolf Hertz maka nama belakang dijadikan sebagai Satuan International ( SI )untuk frekuensi. Apa itu 1Hz ? Banyaknya getaran sebanyak 1 kali dalam 1 detik.1 Hz terdiri dari 1 Gelombang terdiri dari 1 bukit dan 1 lembah.Sama halnya dengan 25Hz artinya banyaknya getaran sebanyak 25 kali dalam 1 detik dan memiliki 25 bukit dan 25 gelombang.Beberapa sumber suara memiliki variasi frekuensi, maksudnya adalah saat sumber suara mengeluarkan bunyi, bunyi yang dihasilkan lebih dari 1 frekuensi.

 Akustik adalah ilmu interdisipliner yang berkaitan dengan studi dari semua gelombang mekanik dalam gas, cairan, dan padatan termasuk getaran, USG, suara, dan infrasonik. Seorang ilmuwan yang bekerja di bidang akustik adalah acoustician sementara seseorang yang bekerja di bidang teknologi akustik dapat disebut seorang insinyur akustik. Penerapan akustik dapat dilihat di hampir semua aspek masyarakat modern dengan yang paling jelas adalah industri audio. Suara akustik dianggap sebagai getaran umumnya yang disebarkan di udara dengan kecepatan 343 m / s (sekitar 1 km setiap 3 detik), atau 1235 km / jam pada kondisi standar temperatur dan tekanan (1 atm dan 20 ° C). Akustika (acoustics) adalah ilmu tentang bunyi. Akustika sering dibagi menjadi akustika ruang (room acoustics) yang menangani bunyi-bunyi yang tak dikehendaki.

B. Aspek Perancangan Dalam akustik alami

Kebisingan merupakan masalah yang juga harus diperhatikan dalam bangunan perkantoran. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan penghuni di dalam ruangan/bangunan itu sendiri. Untuk mengatasi kebisingan dari suara kendaraan atau suara mesin pabrik di sekitar bangunan, dapat dilakukan dengan pemberian vegetasi di depan ruang, penteksturan dinding dengan celah-celah yang agak besar agar suara tersebut bisa di netralisir pada celah-celah tersebut.

Bangunan paling atas atau paling jauh dari sumber bunyi, tingkat kebisingannya semakin berkurang dibanding bangunan pada lantai bawah atau yang lebih dekat dengan sumber bunyi. Bunyi yang disebabkan oleh angin sangat berbeda, misalnya pada pagi hari angin turun, sedangkan pada malam hari angin naik. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk mengatasi kebisingan dalam perencanaan bangunan adalah bahwa hal tersebut dapat berpengaruh pada bentuk masa atau tatanan massa yang berbeda.

 Arsitektur adalah lingkungan yang diciptakan manusia untuk dirinya dari alam, untuk menciptakan kondisi. yang memungkinkan sikapnya pada kehidupan, untuk menghasilkan suasana yang diinginkan dan memenuhi kebutuhan status. Sedangkan dalam arti luas, lingkungan adalah sebuah ruang tak terbatas tempat berkoloninya berbagai sumber lingkungan itu sendiri. Lingkungan adalah tempat di mana kita tinggal. Segala hal yang kita rasakan dan kita lihat atau kita dengar di sekeliling kita, adalah cakupan luas dari definisi sebuah lingkungan kecil di sisi kita. Dirinya mempunyai hubungan psikis dengan manusia dan huniannya. 

Kenyamanan dalam suatu lingkungan buatan dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok utama yakni kenyamanan audio, kenyamanan visual dan kenyamanan termal. Kenyamanan audio dapat dicapai dengan perancangan akustik dan perancangan tata suara dan dimana dalam perancangannya dibutuhkan pertimbangan teknis dan teknologi. Sedangkan kenyamanan visual meliputi interior dan tata cahaya dan multi media.Perancangan akustik ruang ditujukan untuk menghasilkan kondisi akustik optimal di dalam ruangan sesaui dengan fungsi ruangan seperti ruangan auditorium, concert hall, Aula, ruang serba guna (multipurpose room), ruang studio (broadcasting and recording studios), ruang pertemuan (meeting rooms), video conference room, tempat ibadah (church, mosque) dan lain lain.

 Dalam perancangan akustik ruang, terdapat parameter-parameter akustik yang diperlukan. Parameter yang sering digunakan antara lain adalah waktu dengung, distribusi tingkat tekanan suara, initial time delay (ITD), clarity (C80), RASTI, dan sebagainya. Parameter-parameter akustik auditorium harus dapat diatur dan disesuaikan dengan aktifitas dan tujuan pemakaian ruangan. Untuk mencapai kondisi akustik ruang dan tata suara yang optimal dengan seluruh parameter yang telah disebutkan di atas, dibutuhkan perhitungan dan simulasi dengan menggunakan perangkat lunak (software) khusus seperti CATT Acoustic atau EASE sebagai peralatan bantu dalam menentukan material tambahan, bentuk ruang, dan sistem tata suara.

C. Pengetahuan dasar akustik

Dalam perancangan bangunan, arsitek harus memikirkan persyaratan akustik dengan perhatian yang sama seriusnya dengan perhatian yang dicurahkan dalam memikirkan persyaratan lainnya seperti struktur, mekanikal-elektrikal, dan lain-lain. Akustik adalah ilmu interdisipliner yang berhubungan dengan studi dari semua gelombang mekanik dalam gas, cairan, dan padatan termasuk getaran , suara, ultrasound dan infra . Akustika dalah ilmu suara dan berkaitan dengan asal suara baik dalam ruang kosong, atau di pipa dans aluran, atau tertutup/terisolasi. Tugas utama akustik adalah untuk merumuskan hukum-hukum fisika yang mengatur suara ketika menyebar dalam ruang bebas.

Akustik adalah ilmu interdisipliner yang saling berhubungan dengan bidang lain - dengan fisika, teknik mesin dan listrik, kedokteran, psikologi, biologi, arsitektur dan konstruksi bangunan, musik, dll Dalam ilmu akusti sring dipelajari tentang apa itu suara,sumber suara kebisingan suara,serapan suara dll. Perkembangan bisnis sistem tata suara dan juga peranan ilmu akustik untuk menunjang perkembangan rancangan arsitektur dan interior bagi ruangan yang dimanfaat untuk menunjang performansi sistem tata suara, pada saat ini menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan. Hal ini ditunjukkan dengan bertambah banyaknya kebutuhan akan ruangan ‘home theatre’ baik itu di ibukota maupun di kota-kota besar lainnya. 

Perkembangan perangkat sistem tata suara yang menunjang ‘home theatre’ inipun, menjadi pemicu bagi peningkatan minat dan kebutuhan para pengemar audio khususnya dan masyarakat pada umumnya. Perkembangan budaya ‘karaoke’ pun menambah gairah perkembangan kebutuhan akan ruangan yang memiliki kondisi akustik yang memadai untuk kebutuhan tersebut. Apapun bentuk dan jenis ruangan atau ‘venue’ yang membutuhkan perancangan akustik yang tepat, semestinya memiliki objektif untuk menghasilkan medan suara yang sesuai dengan tujuan dan maksud pemanfaatan ruangan atau ‘venue’ tersebut. Sebelum membicarakan objektif tersebut, perlu kita pahami bersama mekanisme dari terjadinya suara dan juga medan suara di dalam ruangan.

Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam. Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara, misalnya dalam gedung rapat akan sangat memengaruhi artikulasi dan kejelasan pembicara. Akustik ruang banyak dikaitkan dengan dua hal mendasar, yaitu : Perubahan suara karena pemantulan dan Gangguan suara ketembusan suara dari ruang lain. Dibutuhkan seorang ahli yang berlandaskan teori perhitungan dan pengalaman lapangan untuk mewujudkan sebuah ruang yang ideal, seperti home theatre, ruangan karaoke, raung rekaman , ruang pertemuan dan sejenisnya termasuk ruang tempat ibadah.

Pengukuran jangkah frekuensi dan besarnya, dapat dilakukan dengan bantuan sebuah RTA (Real Time Analyzer) untuk mengetahui dan menentukan frekuensi pantulan atau ketembusan, sehingga dapat ditentukan jenis material penyerap suara yang digunakan. Sebuah elemen penting dalam sebuah bangunan yang berfungsi adalah akustik bangunan benar. Mencapai tingkat rendah kebisingan latar belakang di kelas, misalnya, akan memastikan bahwa suara guru yang terdengar, suara dari sebuah orkestra akan optimal di sebuah gedung konser dengan akustik yang tepat. Studi sistematis akustik ruangan dimulai pada akhir abad kesembilan belas, dan akibatnya pemahaman ilmiah bangunan desain akustik hampir seluruhnya merupakan fenomena abad kedua puluh. Sarana untuk mencapai tingkat kebisingan yang rendah dalam bangunan dikembangkan selama abad kedua puluh.

Salah satu perbedaan terbesar antara auditorium lama dan baru adalah tingkat kebisingan yang rendah dicapai dalam yang dibangun sejak abad pertengahan kedua puluh. Kebisingan dari sumber eksternal dapat memasuki ruangan melalui jalur getaran (structureborne transmisi) atau bisa langsung masuk ke gedung melalui dinding yang berdekatan (penularan melalui udara). Permasalahan kebisingan menjadi halyang biasa diindonesia, tingkat kebisingandi Negara ini merupakan kebisingan yang semakin parah setiap tahunnya.
 

ELEMEN-ELEMEN ARSITEKTUR



ELEMEN-ELEMEN ARSITEKTUR

1. TITIK
Pengertian Titik adalah : Awal dan akhir dari sebuah garis; Menunjukkan posisi dalam sebuah ruang; Merupakan pusat perhatian; Titik tidak memiliki panjang, lebar, luas, atau pealaman.

2. GARIS
Garis adalah sebuah titik yang diperpanjang, yang memiliki panjang, tapi tidak  memiliki lebar dan tinggi.
Elemen garis di bagi 2 yaitu :
Elemen linear vertical.
Contohnyan : Kolom, Tiang, Menara dll.
Elemen linear Horizontal.
Contohnyan : denah.

3. BIDANG
Bidang adalah Sebuah garis yang diteruskan kearah yang berbeda dari arah asalnya . sebuah bidang memiliki panjang dan lebar tapi tidak memiliki tinggi.

4. RUANG
Ruang adalah Gabungan dari beberapa bidang.
Unsur pembentuk ruang yaitu :
Harus ada pembatas.
Harus ada benda/manusia.

5. BENTUK
Bentuk adalah Karakteristik pengenal volume yang utama. Bentuk juga adalah cirri utama yang menunjukkan suatu volume, hal ini ditentukan oleh volume, wujud, dan hubungan antara bidang – bidang yang menggambarkan batas – batas. Secara konseptual volume mempunyai 3 dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi.

6. TEKSTUR
Tekstur adalah Gambaran mengenai sifat permukaan suatu benda yang dapat menimbulkan kesan – kesan tertentu seperti kasar, halus licin, mengkilat dan buram.

7. WARNA
Warna adalah Intensitas dan nilai pada permukaan bentuk.
Fungsi utama warna dalam karya perancangan adalah ;
Meningkatkan kwalitas atau member nilai tambah
Sebagai media komunikasi yang memiliki makna untuk penyalur kesan dan informasi.
Untuk menutupi kelemahan atau kekurangan suatu permukaan bentuk atau benda yang di anggap kurang menarik.

PRINSIP – PRINSIP PERANCANGAN

1. Kesatuan/Unity
Kesatuan adalah usaha untuk mencari kesamaan dari sifat unsur – unsur estetika.

2. Keseimbangan
Keseimbangan adalah kualitas yang terdapat dalam setiap objek dimana daya tarik visual kedua bagian masing – masing sisi pusat keseimbangan atau pusat perhatian adalah sama.

3. Irama
Irama adalah Pengulangan simetris elemen – elemen yang mempunyai hubungan yang dapat dikenal.Dalam arsitektur pengulangan dalam visual bangunan seperti irama garis, volume interior, terang gelap, perbedaan warna, bukaan – bukaan, tiang atau kolom.

4. Skala
Skala adalah Kualitas yang membuat sebuah bangunan terlihat besarnya benar atau tepat.
Skala di bagi 3 yaitu ;
Skala alamiah : Merupakan ekspresi dimensi yang sesungguhnya mengukur keadaan normalnya.
Skaa Heroik : Usaha untuk membuat bangunan terlihat menjadi besar sehingga manusia terasa kecil.
 Skala Intim : Usaha untuk mendapatkan bangunan atau ruangannya kelihatan lebih kecil dari bangunan sesungguhnya

5. Proporsi
Proporsi adalah Kondisi yang membandingkan hubungan antara beberapa bagian dari suatu objek terhadap bagian yang lain yang terdapat dalam suatu bangunan yang utuh.
 

9 Analogi Arsitektur



TEORI 

               Teori adalah ungkapan umum apakah arsitektur itu,  tujuan yang dicapai, dan bagaimana cara terbaik untuk merancang. Sebagian besar perancangan arsitektural merupakan kegiatan merumuskan daripada kegiatan menganalisis, dengan memadukan bermacam ragam unsur dalam cara-cara dan keadaan-keadaan baru, sehingga hasilnya tidak semuanya dapat diramalkan.
               Teori dalam arsitektur mengemukakan arah, tapi tidak dapat menjamin hasilnya. Dalam menganjurkan cara-cara khusus untuk memandang arsitektur, para ahli teori seringkali mendasarkan diri pada analogi.
IBARATAN/ANALOGI

               Ibaratan adalah sebuah proses penalaran tentang penyebab-penyebab atau dari penyebab-penyebab atau dari dan tentang alasan-alasan yang sejajar atau berkemiripan. Berkemiripan bukan berarti sama, sebab proses penalaran ini selalu berbicara tentang adanya dua situasi atau peristiwa yang memiliki sejumlah kesamaan tapi tidak semua.

               Dari sini kita lihat bahwa ibaratan adalah proses penalaran untuk memberikan penjelasan dan mencari kejelasan terhadap obyek tadi dengan peristiwa atau situasi yang sudah diketahui, dikuasai dan diakrabi. Ibaratan seperti ini bisa dilihat pada Wayne O. Attoe pada bab 2 Introduction to Architecture.

1. Analogi Matematika

               Beberapa ahli teori berpendapat bahwa angka-angka dan geometri merupakan dasar yang penting untuk mengambil keputusan dalam arsitektur. Perancangan ruang sesuai dengan bentuk-bentuk  murni dan angka-angka primer/simbolik akan sesuai dengan tatanan alam semesta. Bangunan yang berproporsi akan mempengaruhi kepekaan estetika kita.

2. Analogi Biologis

"Bangunan adalah suatu proses biologis, bangunan bukan suatu proses estetika". Teori Arsitektur yang berdasarkan analogi biologis ada 2 bentuk :

a.    Bersifat umum. Terpusat pada hubungan antara bagian-bagian bangunan atau antara bangunan dengan penempatannya/penataannya. F.L. Wright ---> Arsitektur Organis.
b.    Lebih bersifat khusus. Terpusat pada pertumbuhan proses-proses dan kemampuan gerakan yang berhubungan dengan organisme disebut arsitektur biomorfik.

Arsitektur organik FL Wright mempunyai 4 karakter sifat yaitu :
a.    Berkembang dari dalam ke luar, harmonis terhadap sekitarnya dan tidak dapat dipakai begitu saja.
b.    Pembangunan konstruksinya timbul sesuai dengan bahan-bahan alami, apa adanya (kayu sebagai kayu, batu sebagai batu, dll).
c.    Elemen-elemen bangunannya bersifat terpusat (integral).
d.    Mencerminkan waktu, massa, tempat dan tujuan.


               Secara asli dalam arsitektur istilah organik berarti sebagian untuk keseluruhan - keseluruhan untuk sebagian. Arsitektur Biomorfik kurang terfokus terhadap hubungan antara bangunan dan lingkungan dari pada terhadap proses-proses dinamik yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perubahan organisme. Biomorfik arsitektur berkemampuan untuk berkembang dan tumbuh melalui : perluasan, penggandaan, pemisahan, regenerasi dan perbanyakan. Contoh : kota yang dapat dimakan (Rudolf Doernach), struktur pnemuatik yang bersel banyak (Fisher, Conolly, Neumark, dll).


3. Analogi Romantis

Kunci Analogi romantis adalah evokatif, yaitu mebawa/mengemban,
menghasilkan reaksi emosional terhadap pengamat. Ada 2 cara:
a.    Menyatakan asosiasi.
       Perancangan romantis mengacu pada alam, masa lalu,tempat-tempat eksotis, benda primitif dan lain-lain. Contoh hotel di California.
b.    Pernyataan yang dilebih-lebihkan
       Mempengaruhi perasaan dengan adanya sarana-sarana yang formal. Dipakai oleh gerakan ekspresionis di Eropa pada awal abad 20.

4. Analogi Bahasa/Linguistik.

Dimaksudkan untuk menyampaikan kepada pengamat dengan menggunakan 3 cara :
a.    Model Tatabahasa.
                            Arsitektur seringkali terdiri dari unsur-unsur yang ditata menurut aturan sehingga memudahkan dalam pemahaman dan penafsiran yang disampaikan oleh bangunan tersebut. Imaginasi dan rasa arsitekturnya diungkapkan dalam batas-batas yang ditentukan oleh bahasa arsitektur universal. Contoh yaitu rumah yang layak harus dipertimbangkan dan mempunyai tata bahasanya sendiri. Tata bahasa disini dianalogikan dengan konstruksi dimana hubungan bentuk antara berbagai unsur yang masuk ke dalam konstitusi benda tersebut.
b.    Model Ekspresionis.
                            Bangunan dianggap sebagai tempat/wadah yang digunakan arsitek untuk mengungkapkan sikapnya terhadap proyek bangunan tersebut.
c.    Model Semiotik.
       Suatu bangunan merupakan suatu tanda penyampaian informasi tentang apakah itu sebenarnya dan apa yang dilakukannya diterapkan oleh Robert Venturi, Denise Scott Brown dan Steven Izenour tanda-tanda cukup untuk menyampaikan makna.

5. Analogi Mekanik

               Le Corbusier menegaskan bahwa rumah adalah contoh dari penggunaan analogi mekanik dalam arsitektur. Seharusnya mereka tidak menyembunyikan fakta-fakta ini dengan hiasan yang tidak relevan dalam bentuk gaya.

               Memusingkan diri ke dalam mekanisme = bekerjanya sebuah sistem.Struktur rangka batang, mekanismenya adalah distribusi gaya-gaya yang ada pada struktur rangka batang. Yang menjadikan perhatian : mekanisme yang ada di arsitektur, mekanisme gaya, pendayagunaan ruang ke ruang lain (flow space). Mekanisme struktur, wujud dan fungsi. Belum membicarakan tentang aspek estetika, lebih cenderung diarahkan pada kesejajaran mekanismenya saja.

               Kelemahan-kelemahan biological analogy sama dengan mechanical analogy yaitu agar menghasilkan komposisi yang estetik dalam arsitektur, masih harus ditambah dan dilengkapi serta dipertanggungjawabkan dan dijelaskan dengan kaidah-kaidah estetika arsitektur. Demikian juga komposisi struktur, fungsi dan wujud lebih diarahkan pada keseimbangan terhadap pemfungsian arsitektur itu sendiri.

6. Analogi Pemecahan Masalah.

               Arsitektur adalah seni yang menuntut lebih banyak penalaran daripada ilham-ilham dan lebih banyak pengetahuan faktual daripada semangat. Metode pemecahan masalah beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan lingkungan merupakan masalah yang harus diselesaikan secara analisis. Suatu ciri dari metode pemecahan masalah dalam perancangan adalah prosedur yang seksama dan terpadu.

7. Analogi Adhocis

               Dimaksudkan untuk menanggapi kebutuhan langsung dengan cara menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tanpa mengarah ke suatu tujuan/cita-cita Pedoman apa saja dapat dipakai  untuk mengukur rancangan tersebut

8. Analogi Bahasa Pola

               Perancangan Arsitektur untuk mengidentifikasikan pola-pola dan jenis-jenis baku dari kebutuhan suatu tempat/kebudayaan tertentu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Hubungan-hubungan lingkungan dan perilaku menggunakan pendekatan tipologis/pola
untuk membuat suatu bangunan/kota.Contoh: Bangunan untuk seorang lansia umumnya berupa pondok kecil di sebidang tanah yang kurang luas dan ditempatkan di lantai bawah.

 9. Analogi Dramaturgi

Kegiatan-kegiatan manusia dinyatakan sebagai teater dan lingkungan buatan dianggap sebagai pentas panggung. Ada 2 sudut pandang:

a.    Dari sudut pandang aktor.
       Dengan menyediakan alat-alat perlengkapan dan kesan-kesan yang diperlukan serta perabot-perabot disusun secara teratur.
b.    Dari sudut pandang dermawan.
       Arsitek menyebabkan orang bergerak ke suatu arah dengan memberikan petunjuk-petunjuk visual misalnya Arsitek dalam analogi Dramaturgi mengatur aksi sekaligus menunjangnya

 

Besi Holo


Besi Hollow sangat baik digunakan untuk pemasangan rangka besi plafon dan dinding partisi rumah, gedung,dll. Kelebihan besi hollow yaitu lebih cepat pemasangannya, lebih kuat, lebih murah, tidak perlu di cat lagi, tahan karat, anti rayap, dan bebas perawatan.
Besi holo untuk atap
Penggunaan besi Hollow untuk rangka atap rumah memang bisa-bisa saja selama pembebanan di atasnya tidak terlampau berat. Tetapi tidak merekomendasikan penggunaan besi hollow untuk rangka atap karena banyak keterbatasan dari material yang satu ini seperti :
• Struktur bahan yang tidak solid karena berlubang di dalamnya menyebabkan material ini mudah mengalami tekuk sehingga tidak kuat menahan pembebanan yang berat. Jika menggunakan ukuran yang lebih besar dan besi yang cukup tebal mungkin masalah ini bisa diatasi, tetapi harganya menjadi mahal sehingga kurang efisien.
• Ukuran bahan yang terbatas (maksimal 4 m) sehingga tidak mampu digunakan untuk bentang atap yang lebar. Penyambungan dengan pengelasan mengakibatkan kelemahan pada titik-titik sambungan tersebut.
•Sifat besi yang mudah mengalami korosi, sehingga butuh aplikasi anti karat dan pengecatan akhir sehingga menjadi mahal.
Jika tetap ingin menggunakannya sebagai penutup atap maka bisa dikombinasikan dengan baja canal C sebagai kuda-kudanya dan besi hollow 20×40 mm sebagai pengganti seng.
Besi hollow dapat dipergunakan untuk konstruksi yang tidak membutuhkan pembebanan yang berat seperti pekerjaan canopy di atas carport, skylight dengan bentang kecil, pagar rumah, teralis, rangka plafond atau rangka dinding partisi.
Memang dalam memilih material, kita harus cermat jangan sampai salah perhitungan. Material yang murah belum tentu cocok untuk diaplikasikan pada semua jenis pekerjaan, sehingga nantinya akan menyulitkan kita sendiri.
Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan kontraktor spesialis atap baja ringan jika tetap menginginkan atap rumah anda tidak menggunakan kayu, karena material ini memang sudah direkomendasikan untuk pekerjaan rangka atap. Memang akan terasa cukup mahal jika kita menggunakan konstruksi atap berbahan baja ringan ini, tetapi akan sebanding jika anda menggunakan jenis kayu kelas 2 dan kelebihannya material ini tidak membutuhkan perawatan di kemudian hari karena bebas rayap dan tahan karat. Aplikasinya pun lebih mudah karena pihak kontraktor baja ringan ini sendiri yang akan membuat perhitungan, gambar dan mengaplikasikannya di rumah anda sehingga budget anda lebih terprediksi.
Adapun jenis pipa kotak/hollow ada 2 macam yaitu pipa hollow hitam dan pipa hollow putih/galvanis. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.


1. Holo Hitam
Kelebihan  yang menonjol dari pipa hollow hitam adalah jenis pipa ini lebih lengket terhadap cat (asalkan tehnik pengecatannya  benar) Adapun kekurangannya adalah tidak  tahan terhadap kelembaban/air hujan dan mudah keropos apalagi pengecatannya yang asal-asalan .Meskipun bagian luarnya dicat dengan bagus biasannya akan mengalami kerusakan/korosi dari dalam pipa. Akan lebih tahan lama apabila bahan ini dipakai untuk interior.
2. Pipa hollow putih/galvanis
adalah jenis pipa hitam yang dilapisi seng(zn) bagian luar dan dalam pipa yang fungsinya melindungi dari korosi air terhadap pipa, sehingga bahan ini bagus dipakai untuk eksterior. Namun di sisi lain pipa ini kurang lengket terhadap cat, karena terdiri dari dua unsur logam yang berbeda tingkat muai/susutnya yaitu besi dan seng, oleh karena itu berpengaruh terhadap daya lengket cat sehingga kadang-kadang catnya terlihat pecah dan mengelupas.Tetapi walaupun catnya mengelupas  biasanya tidak mudah berkarat.
A.Ukuran pipa hollow :
.20x20
.20x40
.30x30
.30x50
.40x40
.40x60
.50x50
.60x60
Semua ukuran di atas dalam milimeter(mm) dan masih banyak ukuran lain, namun kami hanya menampilkan ukuran umum untuk bahan pagar saja. Untuk ukuran pipa sebagai bahan pagar minimal yang layak digunakan adalah 40x40 sebagai frame/rangka dan 20x20/20x40 untuk jari-jari/jerujinya. Penggunaan ukuran dibawah ukuran tersebut kurang bagus baik dari segi estetika ataupun kekuatan sebuah pagar minimalis.
B.Ketebalan pipa hollow.
Ada bermacam-macam ketebalan pipa hollow yang lazim dipakai untuk pembuatan pagar minimalis. Mulai dari 0,6 - 0,7- 0,8- 1,0-1,2-1,5-2,0-3,0 (milimeter). Sebenarnya  minimal ketebalan yang layak untuk bahan pagar adalah 1,0 mm, namun karena persaingan harga dipasaran ada juga yang menggunakan ketebalan dibawahnya.
Jadi misalnya anda sudah memasang pagar rumah dan mendapatkan harga pagar 300 ribu/m2nya, sedangkan tetangga samping anda baru pasang pagar dengan harga 400 ribu/m2nya, jangan buru-buru-buru menyimpulkan bahwa anda mendapatkan harga yang lebih murah. Bisa jadi memang spesifikasi bahan yang digunakan & kwalitas pengecatannya   berbeda alias 'serupa tapi tak sama'.